Keperawatan Anestesiologi

▶️ Keperawatan Anestesiologist




♠️ Visi program studi

Menjadi Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi  yang Unggul di Bidang Keperawatan Anestesi Obstetri ginekologi  dan Berkarakter Islam Berkemajuan

1.    Pernyataan “Prodi  yang unggul ” mengandung arti:

  • Menjadi rujukan dalam bidang kesehatan yang lebih baik   dari kompetitor dalam hal prestasi dan softskill.
  • Mampu melahirkan generasi intelektual bidang kesehatan yang kreatif, inovatif, mandiri, sehat dan mencerahkan dalam berfikir, bersikap, dan bertindak serta gemar beramal sholeh.

2.   Pernyataan “Keperawatan Anestesi Obstetri ginekologi” mengandung arti Setiap               lulusan memiliki kekhususan  pengetahuan dan ketrampilan Asuhan keperawatan           anestesi (Askan) pada  kasus patologi obtetri ginekologi dengan tindakan                            pembedahan dengan anestesi .

3.    Pernyataan: “Berkarakter Islam berkemajuan” mengandung arti:

  • Seluruh civitas akademika Universitas Harapan Bangsa ( UHB ) sebagai Warga Muhammadiyah dalam berakhlaq memiliki sifat sifat positif dan menjunjung tinggi nilai nilai kebajikan yang diajarkan oleh agama Islam yang bersumber Al Quran dan Sunnah Rosulullah SAW.
  • Dalam pengelolaan dan penyelenggaraan Universitas Harapan Bangsa ( UHB )  selalu merespon setiap perubahan yang terjadi baik ditingkat internal maupun ditingkat eksternal.

♠️ Misi program studi

  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan di bidang teknologi, sains, dan kesehatan yang profesional untuk menghasilkan lulusan Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi  yang unggul dibidang obstetri ginekologi  dan memiliki nilai-nilai Islami.
  2. Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian di bidang teknologi, sains, dan kesehatan bidang Keperawatan Anestesiologi yang memiliki nilai-nilai Islami dalam rangka mendukung pembangunan nasional.
  3. Menyelenggarakan dan mengembangkan layanan pengabdian kepada masyarakat berbasis pada hasil penelitian untuk menyelesaikan masalah.
  4. Menyelenggarakan pembinaan dan penguatan nilai-nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan.


♠️ Tujuan program studi

Tujuan Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi  Universitas Harapan Bangsa ( UHB ). Tujuan yang ingin di capai setiap misi Institut Teknologi Sain Kesehatan    Dikampus Universitas Harapan Bangsa ( UHB ) adalah sebagai berikut :

  1. Menghasilkan lulusan Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi  yang unggul dibidang obtetri ginekologi, yang memiliki nilai-nilai Islami dan inovatif
  2. Menghasilkan penelitian aplikatif dan bekualitas di bidang Keperawatan Anestesiologi  yang memiliki nilai-nilai Islami dalam rangka mendukung pembangungan nasional.
  3. Menciptakan karya-karya pengabdian masyarakat dan penelitian yang berkualitas, penerapan IPTEK dan pemberdayaan masyarakat dalam keperawatan anestesiologi.
  4. Meningkatkan jumlah kemitraan dengan penyedia layanan perawatan  anestesiologi  pada pemerintah maupun swasta


 

▶️ PENGERTIAN ANESTESIOLOGI

Anestesiologi merupakan cabang dalam ilmu kedokteran yang berfokus pada upaya menghilangkan rasa sakit dan merawat pasien sebelum, selama, dan setelah proses operasi berlangsung.

Pada pelaku ilmu anestesiologi ini disebut dengan anesthesiologist. Para anesthesiologist ini telah mendapatkan pendidikan khusus mulai dari pendidikan dokter umum dan spesialisasi anestesiologi sebelum berhak mendapatkan gelar anesthesiologist.

Dalam sebuah operasi, seorang anesthesiologist akan turut serta bergabung sebagai anggota tim. Dalam ruang operasi, seorang anesthesiologist akan memastikan kenyamanan pasien dengan cara memberikan anestesi sesuai dengan kebutuhan, memberikan informasi medis yang berkaitan dengan aspek kritis dari keadaan pasien selama proses operasi termasuk diantaranya tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan, dan membantu dalam proses perawatan paska operasi.

Anestesiologi merupakan cabang dalam ilmu kedokteran yang berfokus pada upaya menghilangkan rasa sakit dan merawat pasien sebelum, selama, dan setelah proses operasi berlangsung.

Pada pelaku ilmu anestesiologi ini disebut dengan anesthesiologist. Para anesthesiologist ini telah mendapatkan pendidikan khusus mulai dari pendidikan dokter umum dan spesialisasi anestesiologi sebelum berhak mendapatkan gelar anesthesiologist.

Dalam sebuah operasi, seorang anesthesiologist akan turut serta bergabung sebagai anggota tim. Dalam ruang operasi, seorang anesthesiologist akan memastikan kenyamanan pasien dengan cara memberikan anestesi sesuai dengan kebutuhan, memberikan informasi medis yang berkaitan dengan aspek kritis dari keadaan pasien selama proses operasi termasuk diantaranya tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan, dan membantu dalam proses perawatan paska operasi.


Secara umum, ada 3 anestesiologi dalam dunia medis yaitu

1.    Anesthesiologist

Anesthesiologist adalah dokter spesialis anestesi yang telah menjalani pendidikan khusus anestesiologi.

Tugas utama dari dokter spesialis anestesi adalah menjaga keselamatan dan kenyamanan pasien sebelum, selama, dan setelah proses operasi.

Tanggung jawab dari dokter spesialis dalam bidang ini lebih dari sekedar memberikan obat bius selama proses operasi berlangsung. Sang dokter memiliki peran penting sejak awal, sebelum pelaksanaan operasi, dan sesudahnya.

Sebelum operasi, dokter spesialis anestesi akan melakukan evaluasi berdasarkan kondisi kesehatan pasien serta jenis operasi yang akan dilangsungkan. Hal ini akan membantu dalam menentukan jenis anestesi yang paling tepat untuk dipergunakan dalam proses operasi serta menyiapkan proses perawatan paska operasi.

Selama proses operasi, dokter spesialis anestesi akan memonitor pasien sejak awal pemberian anestesi, hingga proses operasi berlangsung. Dalam proses operasi, kondisi pasien akan terus dimonitor untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Pemberian anestesi tambahan bisa saja dibutuhkan selama proses berlangsung dan hal ini menjadi tanggung jawab dari dokter spesialis ini. Perubahan dalam pemberian anestesi selama operasi dibutuhkan untuk mencegah atau menangani masalah yang mungkin muncul. Dalam beberapa kasus, pasien bisa jadi tersadar saat operasi dan perlu “ditidurkan” kembali.

Untuk proses operasi besar, dokter spesialis anestesi bisa menggunakan berbagai jenis obat anestesi untuk memberikan hasil yang berbeda mulai dari meredakan nyeri, membuat pasien tidak sadar, atau membuat otot-otot menjadi relaks sehingga tidak mengganggu proses operasi. Adminstrasi atau cara pemberian obat akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi kesehatan pasien.

Sebagai contoh, dalam sebuah operasi pinggul, dokter spesialis akan menerapkan teknik untuk menurunkan tekanan darah secara perlahan dan terkontrol. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pendarahan serta kebutuhan akan transfusi darah.

Paska operasi, dokter spesialis anestesi juga akan membantu pasien selama masa pemulihan, termasuk diantaranya membantu dalam mengatasi rasa sakit dan efek samping yang muncul setelah operasi.

2.    Asisten anesthesiologist (asisten dokter spesialis anestesi)

Seorang asisten dokter spesialis anestesi bekerja langsung di bawah pengawasan dokter spesialis. Para asisten ini telah mendapatkan pendidikan yang terakreditasi untuk dapat bekerja sebagai asisten.

Seorang asisten dokter spesialis anestesi dapat memberikan pelayanan dan perawatan anestesi kepada pasien, serta memonitor kondisi kesehatan pasien di bawah pengawasan. Para asisten tidak diperbolehkan untuk melakukan perawatan anestesi diluar pengawasn atau bimbingan dokter spesialis.

3.    Perawat anestesi

Perawat anestesi adalah pelaku anestesiologi yang telah menjalani pendidikan keperawatan jurusan anestesi.

Secara umum, peran dari perawat anestesi ini serupa dengan dokter spesialis dalam bidang anestesi yaitu memberikan anestesi, memonitor kondisi pasien, serta melakukan perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.

Profesi perawat anestesi di Indonesia sendiri mulai berkembang sejak tahun 1962. Pada waktu itu, dr. Mohamad Kellan selaku dokter anestesi pertama di Indonesia mencetuskan sebuah program pendidikan Penata Anestesi dibawah naungan Departemen Kesehatan R.I, yang kemudian berkembang hingga saat ini.



Sumber : 
https://itspku.ac.id/d4-keperawatan-anestesiologi/
https://www.anestesiologi-indonesia.org/anesthesiologist/

gambar : 
https://www.google.com/search?q=para+ahli+anestesiologi&tbm=isch&ved=2ahUKEwi4ue3n3eXsAhVOAnIKHWVTDcsQ2-cCegQIABAA&oq=para+ahli+anestesiologi&gs_lcp=CgNpbWcQAzoCCAA6BggAEAcQHjoECAAQHjoICAAQCBAHEB46BggAEAUQHjoGCAAQCBAeUIiVAlj47QJgsPICaAxwAHgBgAGmB4gB9CySAQgxMi45LjYtNJgBAKABAaoBC2d3cy13aXotaW1nwAEB&sclient=img&ei=vfagX_jmN86EyAPlprXYDA&bih=625&biw=1366&safe=strict#imgrc=MqQA7B6SRmJruM
https://www.google.com/search?q=blogger+cantik+tentang+keperawatan+anestesiologi&safe=strict&sxsrf=ALeKk00OR7p0CGfsTNHzISqWOvSjVwc3Ew:1604384294063&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwj767if3eXsAhXRWisKHQYfAlsQ_AUoAXoECAUQAw&biw=1366&bih=625#imgrc=sCUD1qppL7M3KM

Komentar